Sendawar, wartakubar.id — Sebanyak 29 Pusat Pengembangan Anak (PPA) se-Kabupaten Kutai Barat bersinergi menyelenggarakan Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di Taman Budaya Sendawar pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya mengusung tema “Tolak Pernikahan Dini dan Perkuat Karakter Generasi.”
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak sekaligus mendorong pemenuhan hak anak untuk tumbuh, belajar, bermain, mengembangkan talenta, dan meraih cita-cita.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memberikan apresiasi kepada pengurus dan pendamping PPA, orang tua, tokoh agama, guru, komunitas, serta pihak lain yang berkontribusi dalam peringatan tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional PPA se-Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.
Frederick menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan pengingat untuk terus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu fokus yang disorot Bupati adalah pencegahan pernikahan anak di bawah umur.
Menurutnya, pernikahan pada usia anak dapat menghambat pendidikan, perkembangan diri, serta peluang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa kanak-kanak dan cita-citanya karena keputusan yang belum waktunya,” ucapnya.
Selain pencegahan pernikahan dini, Bupati mengajak semua pihak memperkuat pendidikan karakter dan pendampingan bagi anak.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat anak lebih mudah menerima berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif.
Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat penting dalam memberikan pendidikan, pendampingan, serta nilai moral dan keagamaan kepada anak.
Frederick mendorong agar anak-anak diberi ruang untuk mengembangkan potensi dan talenta.
Menurutnya, anak-anak Kutai Barat harus berani bermimpi, berkarya, dan percaya pada kemampuan diri.
“Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan positif agar setiap anak dapat mengembangkan bakatnya sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.
Dengan keberadaan 29 PPA yang tersebar di Kutai Barat, Bupati berharap gerakan perlindungan dan pembinaan anak semakin kuat. Pemerintah, orang tua, guru, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat diharapkan bersinergi dalam mencegah pernikahan dini, melindungi anak dari pengaruh negatif, serta membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan berjati diri.
“Saya berharap kegiatan Hari Anak Nasional ini tidak berhenti pada perayaan dan deklarasi semata, tetapi menjadi komitmen bersama untuk benar-benar melindungi dan memberikan masa depan terbaik bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Bupati juga berpesan kepada anak-anak Kutai Barat agar terus belajar, mengembangkan talenta, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter yang kuat.
“Masa depan Kutai Barat ada di tangan kalian,” ujarnya.
Ketua Panitia Perayaan Hari Anak Nasional PPA se-Kutai Barat, Laksono, mengatakan tema pencegahan pernikahan di bawah umur dipilih karena masalah tersebut masih terjadi dan membawa berbagai risiko bagi anak. Tema ini dipadukan dengan fokus pada pembangunan karakter sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi anak dan remaja di era modern dan informatika.
Laksono menyampaikan kegiatan ini digagas, dipersiapkan, dilaksanakan, dan dibiayai bersama oleh 29 PPA yang beroperasi di lebih dari 35 gereja. Sejumlah pihak memberikan dukungan berupa barang untuk hadiah door prize, termasuk Bank Kaltimtara Cabang Sendawar.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan UPT Taman Budaya Sendawar yang menyediakan fasilitas tempat pelaksanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat yang telah berkenan hadir dan UPT Taman Budaya Sendawar yang telah mengizinkan kami melaksanakan acara Perayaan Hari Anak PPA se-Kabupaten Kutai Barat tahun 2026 ini,” kata Laksono.
Melalui peringatan ini, PPA se-Kutai Barat berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat semakin kuat dalam mendampingi anak-anak. Gerakan bersama tersebut diharapkan mampu menghasilkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, berprestasi, dan memiliki kesempatan luas untuk meraih masa depan.
(Red)


















Users Today : 575
Users Yesterday : 292
This Month : 9708
This Year : 133693
Total Users : 312962
Views Today : 1047
Total views : 733954
Who's Online : 1