Merasa Dilecehkan, LAD Kaltim Denda PT Sayap Mas Abadi Terkait Logpond di Muyub Ilir

- Admin

Minggu, 29 Agustus 2021 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Tampak Pita Adat yang dipasang oleh LAD Provinsi Kaltim di Logpond milik PT Tering Indah Jaya, Kampung Linggang Muyub Ilir, Kecamatan Tering, Kubar, Sabtu 28 Agustus 2021. (Istimewa)

SENDAWAR, Warta Kubar.com

 Lembaga Adat Dayak (LAD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan denda adat terhadap PT Sayap Mas Abadi (SMA), terkait dengan kegiatan penumpukan kayu log (kayu bulat) sebanyak sekitar 10 ribu meter kubik (M3) di atas logpond Tempat Penumpukan Kayu Bulat Terdaftar (TPKBT) milik PT Tering Indah Jaya di Kampung Linggang Muyub Ilir, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

“Izin TPKBT tersebut diterbitkan oleh Dinas Kehutanan Kaltim Nomor :522.3/1359/DK-II Tahun 2021,” jelas Wakil Kepala Adat Dayak Propinsi Kaltim, Markus Mas Jaya Lejau Gamas dalam keterangan resmi kepada wartawan di Sendawar, Sabtu (28/8/2021).

Dia menegaskan, izin TPKBT PT Tering Indah Jaya diperkuat dengan Surat Keterangan Nomor : 522.3/2824/DK-II/2021 yang ditandatangani oleh Kadishut Provinsi Kaltim, H Amrullah. Dalam surat tersebut menerangkan bahwa PT Tering Idah Jaya memang sesuai dengan titik koordinat, memang memiliki Izin Tempat Pendaftaran Terdaftar Kayu Bulat (TPTKB). 

“Oleh sebab itu, atas dasar unsur penyerobotan dan tidak menghargai pemilik logpond, dan menumpuk kayu log di logpond tersebut, maka PT Sayap Mas Abadi didenda secara adat,” urai Markus Mas Jaya yang juga merupakan Kepala Upas Polisi Adat (Poldat) Kaltim. 

Baca Juga :  Masyarakat Adat Danum Paroy Mahulu Segel Kayu Log PT NGU 5

Markus Mas Jaya mengungkapkan, LAD Kaltim telah berkirim surat pemanggilan kepada perusahaan itu sebanyak tiga kali. Namun tak satupun dari panggilan itu yang diindahkan oleh PT Sayap Mas Abadi. 

“Selama 3 kali surat pemanggilan tapi mereka tidak mau hadir. Sehingga LAD Kaltim melakukan tuntutan berupa denda sebesar Rp 15 miliar,” ucapnya.

Menurutnya, tuntutan LAD berupa denda sebesar Rp 15 miliar tersebut berdasarkan estimasi perhitungan. Bilamana 10 ribu meter kubik kayu log dikenakan harga Rp 1 juta per M3, ditumpuk selama 4 bulan di logpond PT Tering Indah Jaya, maka perhitungan sangat besar.

“Selama 4 bulan menggunakan logpond secara ilegal berarti Rp 40 miliar. Namun kebijakan dari pihak LAD Kaltim, memberi toleransi hanya Rp 15 miliar saja dendanya. Karena perusahaan tersebut tidak punya itikad baik,” paparnya. 

LAD Kaltim Merasa Terlecehkan 

Setelah diadakan tuntutan berupa denda adat oleh LAD Kaltim tersebut, pihak perusahaan tidak ada itikad baik. Menurut Markus Mas Jaya, malah pihak perusahaan mengirim seseorang oknum masyarakat melakukan penantangan ke LAD Kaltim. Akhirnya LAD Kaltim memasang pita adat dengan ritual adat, sebagai penanda menutup kegiatan perusahaan tersebut di logpond Muyub Ilir.  

“Diberi waktu selama 3 hari, ternyata pita adat tersebut dicabut dan dibuang secara tidak terhormat, diduga dilakukan oleh oknum warga tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Sejumlah Ormas di Kubar Minta Pelaku Penerbitan Baliho di Sumber Bangun Diproses Hukum Adat

Selanjutnya pihak LAD Kaltim kembali melakukan pemasangan pita adat yang kedua hingga saat ini di longpond Muyub Ilir.

 Markus Mas Jaya menuturkan, selain melanggar hukum adat, perusahaan tersebut juga diduga melanggar Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Juga melanggar Permenhub Nomor PM 20 tahun 2017 Tentang Pelabuhan Terminal Khusus.

“Hingga saat ini perusahaan itu belum memiliki terminal khusus dari Kemenhub RI. Bahkan dari KSOP Samarinda telah mengeluarkan surat penghentian kegiatan operasional pelabuhan Muyub Ilir sejak 23 Agustus 2021 yang ditujukan kepada LAD Kaltim,” tegasnya.

Markus Mas Jaya mengatakan, secara tegas LAD Kaltim mengambil tindakan agar tidak ada operasional di logpond di Kampung Linggang Muyub Ilir. Hal itu dilakukan sampai PT Sayap Mas Abadi datang membicarakan denda adat kepada LAD Kaltim. 

“Deadline (batas waktu) diberikan LAD Kaltim hingga perusahaan itu memiliki itikad baik membayar denda adat. Selanjutnya silahkan mereka (PT Sayap Mas Abadi) menyelesaikan Izin Terminal Khusus kepada negara. Termasuk perdamaian dengan PT Tering Indah Jaya,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya untuk konfirmasi yang dilakukan media ini kepada PT Sayap Mas Abadi melalui seluler belum berhasil. 

# hen #

Berita Terkait

PWI Pusat Minta Persiapan Teknis HPN 2025 Dimulai Pekan Depan
Hati-hati, Persimpangan Jalan di Sekolaq Joleq Rawan Kecelakaan Lalu Lintas
Ruas Jalan Trans Kaltim di Bekokong Rusak Parah
Masyarakat Adat Intu Lingau Bantah Kawasan Batu Apoy Berstatus Hutan Lindung
Usai Resmi dibentuk, Pengurus PWI Kutai Barat Tatap Muka ke Diskominfo
Ahli Waris Kawasan Batu Apoy di Intu Lingau Bantah Telah Merusak Situs Sejarah
Curah Hujan Tinggi, Mahakam Ulu diterjang Banjir
Diduga Tabrak Lari, Warga Jengan Danum Meregang Nyawa
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Januari 2025 - 19:50 WIB

PWI Pusat Minta Persiapan Teknis HPN 2025 Dimulai Pekan Depan

Sabtu, 28 Desember 2024 - 08:15 WIB

Hati-hati, Persimpangan Jalan di Sekolaq Joleq Rawan Kecelakaan Lalu Lintas

Selasa, 3 Desember 2024 - 10:39 WIB

Ruas Jalan Trans Kaltim di Bekokong Rusak Parah

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:03 WIB

Masyarakat Adat Intu Lingau Bantah Kawasan Batu Apoy Berstatus Hutan Lindung

Senin, 15 Juli 2024 - 19:47 WIB

Usai Resmi dibentuk, Pengurus PWI Kutai Barat Tatap Muka ke Diskominfo

Berita Terbaru

Seni Dan Budaya

Punguan Parna Kabupaten Kutai Barat Gelar Pesta Bona Taon 2025

Sabtu, 8 Feb 2025 - 13:36 WIB

Ekonomi Dan Bisnis

SMSI Kaltim Ingatkan Anggota Taat Aturan

Rabu, 5 Feb 2025 - 08:30 WIB

Ekonomi Dan Bisnis

Wadah Perusahaan Media, SMSI Kutai Barat Terbentuk

Senin, 3 Feb 2025 - 18:01 WIB

PT.Trubaindo Coal Mining (TCM)

Peduli Kelestarian Lingkungan, PT TCM Tanam Ribuan Pohon di Hutan Kota Sendawar

Jumat, 31 Jan 2025 - 16:21 WIB