DPRD Kutai Barat Soroti Perusahaan Sawit Belum Berkontribusi Nyata

- Admin

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sendawar, wartakubar.id – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rosaliyen, menyoroti aktivitas sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata bagi daerah maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.

Menurut Rosaliyen, kondisi tersebut tampak jelas di beberapa kecamatan seperti Bentian Besar, Siluq Ngurai, hingga Bongan, di mana aktivitas perusahaan justru menimbulkan dampak sosial dan kerusakan infrastruktur.

Salah satunya akibat lalu lintas angkutan CPO dan Tandan Buah Segar (TBS) yang disebut menjadi penyebab utama rusaknya ruas jalan negara di wilayah tersebut.

Politisi Partai Golkar ini mendesak pemerintah daerah melalui Perangkat Daerah (PD) terkait untuk memastikan setiap perusahaan perkebunan benar-benar memberikan kontribusi nyata, salah satunya dalam bentuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang menjadi bagian penting untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Bupati Kutai Barat Prioritaskan Bangun Jalan Penghubung Kampung Tertinggal di Bongan

“Sekarang perusahaan sawit ini, seperti di Bentian Besar, habis tanah kami di sana. Siluq Ngurai, Bongan, habis semua. Sekarang apa timbal balik yang kami dapat? Tidak ada. Mau berharap sama plasma yang hanya Rp150 ribu per bulan? Sekarang loh, harga beras sudah Rp300 ribu per sak,” kata Rosaliyen, Jumat (31/10/2025).

Ia juga menyinggung persoalan ketidaktransparanan koperasi plasma yang menjadi mitra perusahaan sawit. Menurutnya, banyak masyarakat tidak mengetahui pembagian hasil atau status dana talangan yang selama ini masih dibebankan kepada petani.

Baca Juga :  Kembangkan Minat Baca, Disarpus Kutai Barat Gelar Safari Perpustakaan dan Literasi di SMUN 4 Barong Tongkok

“Banyak yang tanya, kapan dana talangan selesai? Apakah sampai peremajaan kami masih harus bayar? Kapan kami bisa menikmati hasil sawit sendiri?. Nah kalau seperti ini, bagaimana mereka bisa sejahtera?” ujarnya.

“Sudah berapa kali warga yang mau berobat tapi meninggal diperjalanan, karena jalan yang rusak parah akibat angkutan sawit. Apa itu yang harus kami nikmati dari investasi ini? Tolonglah perusahaan yang di Bentian Besar, Siluq Ngurai, dan lainnya agar memperhatikan masyarakat,” katanya.

Rosaliyen menegaskan, DPRD Kubar pada prinsipnya mendukung investasi, namun investasi itu harus membawa manfaat bagi masyarakat, bukan sebaliknya.

(WK-Adv)

 

Berita Terkait

Menag RI Letakkan Batu Pertama Gedung Madrasah Pesantren Assalam Arya Kemuning
Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman
Hadiri Tabligh Akbar di Kutai Barat, Ustadz Abdul Somad Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Siapkan Duta Pancasila, Kesbangpol Kubar Bekali Purnapaskibraka Lewat Diklat PIP
Disdukcapil Kubar Sosialisasi Dokumen Kependudukan di Kecamatan Damai
UPTD SPNF SKB Kubar Hadir di Pekan Kebudayaan Daerah Pepas Eheng
Utamakan Keselamatan , Dishub Kubar Sosialisasi Perizinan Angkutan
Wabup Kubar Buka Sosialisasi Program EnAble
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:48 WIB

Menag RI Letakkan Batu Pertama Gedung Madrasah Pesantren Assalam Arya Kemuning

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:18 WIB

Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:43 WIB

Hadiri Tabligh Akbar di Kutai Barat, Ustadz Abdul Somad Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:21 WIB

Siapkan Duta Pancasila, Kesbangpol Kubar Bekali Purnapaskibraka Lewat Diklat PIP

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:51 WIB

Disdukcapil Kubar Sosialisasi Dokumen Kependudukan di Kecamatan Damai

Berita Terbaru

Foto Bersama Menag RI Nasaruddin Umar, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin Saat Kegiatan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Hut PP Assalam Arya Kemuning Kutai Barat.

Advertorial

Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman

Sabtu, 4 Jul 2026 - 22:18 WIB

error: Jangan Copas Ya .!!