Octavianus Jack Sebut Retribusi Galian C di Kutai Barat Belum Maksimal

- Admin

Sabtu, 1 November 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota DPRD Kutai Barat, Oktavianus Jack

Foto : Anggota DPRD Kutai Barat, Oktavianus Jack

Sendawar, wartakubar.id – Persoalan pemungutan pajak dari kegiatan penambangan material Galian C kembali menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kutai Barat dan perusahaan perkebunan sawit, Jumat (31/10/2025).

Ketua Pansus Sawit DPRD Kubar, Oktovianus Jack, menilai pemkab masih lamban menindaklanjuti potensi pendapatan daerah dari aktivitas penambangan yang digunakan untuk pembangunan jalan dan fasilitas perkebunan.

Oktovianus menyebut, aktivitas pengambilan material di lapangan sering berjalan lebih cepat daripada pengawasan dan penarikan retribusi resmi dari pemerintah kabupaten.

“Mereka yang di lapangan bisa lebih dulu mengambil material, sementara potensi PAD dari sektor ini tidak maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Kubar Gelar Rapat Konsultasi Penyusunan Dokumen Pasca Tambang PT.TSA

Karena itu, Oktavianus meminta Pemkab Kubar lebih tegas dan sigap sesuai kewenangan, agar potensi pendapatan asli daerah tidak hilang. Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi dan rendahnya keberanian petugas di lapangan.

Lebih jauh, Jack menekankan agar seluruh perusahaan sawit dan subkontraktor yang menggunakan material Galian C bertindak transparan, melaporkan setiap penggunaan material dengan jujur, dan memenuhi kewajiban retribusi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Perhelatan Festival Dahau 2025 Catat Perputaran Uang Miliaran

“Perusahaan sawit dan kontraktor harus transparan dalam penggunaan material. Pajak dan retribusi ini penting untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Oktavianus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan, Pajak, dan Retribusi Daerah Bapenda Kubar, Hery Yulandi, mengakui tantangan yang ada di lapangan.

“Selain kalah cepat, kami juga harus jujur, kami kalah terang dan kalah nyali,” kata Hery.

Meski begitu, ia memastikan pihaknya tetap aktif melakukan pendataan dan sosialisasi kepada perusahaan agar pelaporan dan pembayaran retribusi berjalan sesuai aturan.

(WK-Adv)

Berita Terkait

Menag RI Letakkan Batu Pertama Gedung Madrasah Pesantren Assalam Arya Kemuning
Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman
Hadiri Tabligh Akbar di Kutai Barat, Ustadz Abdul Somad Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Siapkan Duta Pancasila, Kesbangpol Kubar Bekali Purnapaskibraka Lewat Diklat PIP
Disdukcapil Kubar Sosialisasi Dokumen Kependudukan di Kecamatan Damai
UPTD SPNF SKB Kubar Hadir di Pekan Kebudayaan Daerah Pepas Eheng
Utamakan Keselamatan , Dishub Kubar Sosialisasi Perizinan Angkutan
Wabup Kubar Buka Sosialisasi Program EnAble
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:48 WIB

Menag RI Letakkan Batu Pertama Gedung Madrasah Pesantren Assalam Arya Kemuning

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:18 WIB

Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:43 WIB

Hadiri Tabligh Akbar di Kutai Barat, Ustadz Abdul Somad Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:21 WIB

Siapkan Duta Pancasila, Kesbangpol Kubar Bekali Purnapaskibraka Lewat Diklat PIP

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:51 WIB

Disdukcapil Kubar Sosialisasi Dokumen Kependudukan di Kecamatan Damai

Berita Terbaru

Foto Bersama Menag RI Nasaruddin Umar, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin Saat Kegiatan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Hut PP Assalam Arya Kemuning Kutai Barat.

Advertorial

Kutai Barat Jadi Teladan Kerukunan dalam Keberagaman

Sabtu, 4 Jul 2026 - 22:18 WIB

error: Jangan Copas Ya .!!