Makassar, wartakubar.id- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperkuat kompetensi tenaga transportasi sekaligus membuka akses pendidikan vokasi bagi masyarakat daerah.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub RI dan Pemkab Kutai Barat di Politeknik Pelayaran Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi masyarakat Kutai Barat mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang pelayaran, kemaritiman, transportasi sungai, serta bidang perhubungan lainnya.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan daerah.
“Dalam rangka meningkatkan SDM, kita akan melakukan langkah-langkah kerja sama, termasuk pelatihan keterampilan pengemudi pengangkutan transportasi sungai,” kata Nanang.
Menurutnya, peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada transportasi sungai dan darat. Pemkab Kutai Barat juga menjajaki pendidikan dan pelatihan di bidang pelayaran, permesinan, teknik kebandarudaraan, hingga transportasi darat.
“Kubar terus berkembang. Karena itu kita harus memaksimalkan SDM, terutama di Dinas Perhubungan. Tenaga yang dimiliki harus siap dan mempunyai keahlian,” tegasnya.
Nanang mengatakan, hasil kerja sama tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin. Ia menilai kerja sama dengan lembaga pendidikan di luar daerah menjadi langkah penting untuk memperluas akses peningkatan kompetensi masyarakat Kutai Barat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandy mengatakan, MoU tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Politeknik Pelayaran Barombong dan Pemkab Kutai Barat.
Kerja sama mencakup pendidikan dan pelatihan kemaritiman serta calon pelaut, seperti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), Diklat Pelaut (DP), Diklat Keterampilan Pelaut (DKP), dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil.
Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, pemuda, dan nelayan asal Kutai Barat. Pemkab juga membuka peluang program afirmasi dan beasiswa pendidikan vokasi pelayaran bagi putra-putri daerah.
Tak hanya masyarakat, peningkatan kapasitas ASN Dinas Perhubungan juga menjadi bagian kerja sama, terutama dalam bidang teknis pelayaran, keselamatan pelayaran, dan kepelabuhanan.
Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan Kutai Barat dijadwalkan menggelar pelatihan Sertifikat Keterampilan (SKK) dan Basic Safety Training (BST) pada Oktober 2026.
Pelatihan tersebut menyasar juru mudi kapal feri penyeberangan, kapal motor, dan motoris speed boat di Kutai Barat. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran Barombong dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Termasuk pendampingan teknis, perencanaan dan kajian teknis, serta pengabdian kepada masyarakat terkait pengembangan potensi pelabuhan, keselamatan pelayaran masyarakat dan transportasi sungai di daerah,” jelas Rita.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga transportasi, tetapi juga memperkuat standar keselamatan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna transportasi air di Kutai Barat.
(Red)


















Users Today : 84
Users Yesterday : 465
This Month : 14572
This Year : 138557
Total Users : 317826
Views Today : 137
Total views : 742730
Who's Online : 1