Balikpapan, wartakubar id-Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani meminta kepala sekolah dan guru tidak sekadar membawa pulang sertifikat setelah mengikuti Pelatihan Sekolah Idaman.
Mereka diminta menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan perubahan nyata di sekolah, sekaligus menjadi agen perubahan bagi lingkungan pendidikan.
Pesan itu disampaikan Nanang saat menutup Pelatihan Sekolah Idaman bagi kepala sekolah dan guru di Kabupaten Kutai Barat, Balikpapan, Jumat (28/8/2026).
Nanang membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang menegaskan pendidikan merupakan kunci membangun Kutai Barat yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Penutupan pelatihan ini bukanlah akhir dari segalanya. Justru, hari ini adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Ilmu, strategi, dan keterampilan baru yang telah didapatkan di sini jangan hanya disimpan dalam catatan atau laptop Bapak/Ibu sekalian,” tegasnya.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Karena itu, kepala sekolah dan guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta berpihak pada kebutuhan anak.
Ada tiga pesan yang dititipkan Bupati kepada peserta pelatihan.
Pertama, menjadi agen perubahan dengan menularkan energi positif kepada seluruh warga sekolah. Kedua, menciptakan sekolah yang dirindukan anak-anak dan bebas dari perundungan. Ketiga, memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
“Mari jadilah agen perubahan. Sebagai penggerak utama di sekolah, Bapak dan Ibu diharapkan menularkan energi positif ini kepada rekan-rekan guru yang lain,” ujarnya.
40 Peserta Susun Aksi Perubahan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Kamius Junaidi mengatakan, pelatihan berlangsung hampir satu bulan dan diikuti 40 peserta.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga diwajibkan menyusun aksi perubahan yang kemudian dipresentasikan dan diuji.
“Diharapkan nanti satuan pendidikan kita mengalami perubahan yang signifikan,” kata Kamius.
Program Sekolah Idaman juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan kepala sekolah dalam manajemen dan pengambilan kebijakan di tingkat satuan pendidikan.
Penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu fokus. Peserta bahkan melakukan benchmarking ke SD Negeri 002 Balikpapan Tengah untuk mempelajari praktik inovasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Kamius memastikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memantau pelaksanaan aksi perubahan setelah peserta kembali ke sekolah masing-masing.
“Tanggung jawab kami adalah mengawasi pelaksanaan aksi perubahan yang mereka buat. Dengan ilmu yang sudah didapat, keberhasilan itu siapa lagi yang bisa mewujudkannya kalau bukan Bapak/Ibu sekalian,” tegasnya.
Pemkab Kutai Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu guru dan infrastruktur pendidikan.
Bagi pemerintah daerah, investasi pendidikan menjadi salah satu kunci menyiapkan sumber daya manusia sekaligus menentukan masa depan Kutai Barat.
(Red)



















Users Today : 63
Users Yesterday : 465
This Month : 14551
This Year : 138536
Total Users : 317805
Views Today : 109
Total views : 742702
Who's Online : 2