Sendawar, wartakubar.id-Upaya langkah strategis mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi antar sektor, Pemkab Kutai Barat (Kubar) resmi meluncurkan Program GEMILANG (Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang) yang berlangsung pada Senin (13/7/2026) di Gedung Bappeda Litbang Kubar.
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, tenaga kesehatan, kader Posyandu, para camat, serta para petinggi kampung.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Nyoman Mahardika, mengatakan bahwa stunting masih menjadi salah satu program prioritas nasional karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting secara nasional masih berada pada angka 27,6 persen, sementara pemerintah menargetkan penurunannya hingga 14 persen.
Menurut dr. Nyoman, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Upaya tersebut membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku masyarakat, edukasi, serta dukungan berbagai pihak.
“Gerakan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kemitraan yang kuat. Pencegahan juga harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bukan hanya ketika bayi telah lahir. Perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar sehingga edukasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Program GEMILANG akan dilaksanakan berbagai intervensi, antara lain edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan kualitas layanan Posyandu, serta penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Pada tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan sasaran 10 Posyandu, yaitu Posyandu Dewi Sartika Kampung Sebelang, Posyandu Anggrek Hitam, Posyandu Harapan Ibu Kampung Teluk Tempudau, Posyandu Sarana Jaya Kampung Tanjung Pagar, Posyandu Tepian Ulaq, Posyandu Pinang Sendawar Kampung Muara Bunyut, Posyandu Mawar Mekar Kampung Empakuq, Posyandu Sehat Bersama Kelurahan Melak Ilir, Posyandu Cempaka, serta Posyandu Aisyiyah di Kelurahan Melak Ulu.
Perwakilan Yayasan doctorSHARE, Dedi Saputra, menjelaskan bahwa Program GEMILANG merupakan hasil kolaborasi antara doctorSHARE dan Bayan Resources melalui program Bayan Peduli sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kutai Barat.
Program tersebut akan dilaksanakan selama dua tahun, mulai 2026 hingga Mei 2028. Kegiatannya meliputi pendampingan dan penguatan kapasitas Posyandu, pelaksanaan kelas ibu hamil, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu, skrining ibu hamil melalui layanan mobile USG, dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, monitoring berbasis masyarakat, hingga pelayanan Rumah Sakit Kapal yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kutai Barat.
“Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kampung, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat. Kami berharap praktik-praktik baik yang dibangun melalui Program GEMILANG dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Dedi.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menegaskan bahwa Program GEMILANG merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada angka 27,6 persen. Hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 804 balita terindikasi stunting dari 6.537 balita yang telah diukur. Kasus tersebut tersebar di 194 kampung pada 16 kecamatan, sehingga hingga saat ini belum ada satu pun kampung yang bebas dari stunting.
“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang telah menghadirkan Program GEMILANG sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Barat,” ujar Wabup.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan komitmen seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan, memastikan setiap sasaran memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, menjadikan Program GEMILANG sebagai model kolaborasi yang dapat diperluas ke seluruh kecamatan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil, balita, pola asuh, dan pemenuhan gizi keluarga.
Nanang Adriani secara resmi meluncurkan Program GEMILANG sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Barat. Ia berharap program tersebut mampu memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan dalam mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting.
(Red/Adv)















Users Today : 213
Users Yesterday : 930
This Month : 6914
This Year : 114693
Total Users : 293962
Views Today : 320
Total views : 701454
Who's Online : 3


