Pemkam Linggang Bangun Sari Lestarikan Budaya Lokal

- Admin

Senin, 20 Juli 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemrintah Kampung Linggang Bangun Sari Kecamatan Linggang Bigung Melestarikan Budaya Lokal Melalui Sanggar Seni Setempat.

Pemrintah Kampung Linggang Bangun Sari Kecamatan Linggang Bigung Melestarikan Budaya Lokal Melalui Sanggar Seni Setempat.

Sendawar, wartakubar.id – Pemerintah Kampung (Pemkam) Linggang Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya daerah melalui pembinaan terhadap Sanggar Seni Surya Kharisma. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk penyediaan fasilitas latihan, pendampingan administrasi, hingga pemberian ruang bagi sanggar untuk tampil dalam berbagai kegiatan kampung.

Sebagai bagian dari upaya pembinaan, Sanggar Seni Surya Kharisma rutin menggelar latihan setiap hari Minggu di Balai Kampung Linggang Bangun Sari. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum untuk mengembangkan bakat di bidang seni tari sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

Kepala Kampung Linggang Bangun Sari, H. Sulaiman, mengatakan keberadaan sanggar memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda agar tetap mencintai seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami agar kebudayaan daerah tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kami ingin anak-anak dan generasi muda memiliki ruang yang positif untuk mengembangkan bakat sekaligus mencintai budaya sendiri,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Kelurahan Loa Tebu Programkan Pembangunan Jalan dan Normalisasi Sungai

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para pelaku seni, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu, kami akan terus mendukung kegiatan sanggar agar budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Sanggar Seni Surya Kharisma, Ade, menjelaskan bahwa sanggar didirikan sebagai wadah bagi masyarakat untuk belajar, berproses, dan mengembangkan kemampuan di bidang seni tari tanpa membatasi usia maupun jenjang pendidikan.

Menurutnya, peserta sanggar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni tari.

“Tujuan utama Sanggar Seni Surya Kharisma adalah menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat di bidang tari sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan ikut melestarikan budaya agar tetap lestari,” jelas Ade.

Ia mengatakan materi yang diajarkan tidak hanya mencakup tari tradisional Dayak dan Jawa, tetapi juga berbagai tari tradisional maupun tari kreasi dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari teknik menari, tetapi juga mengenal keberagaman budaya Nusantara.

Baca Juga :  Cegah Karhutla, Sekda Kukar Imbau Warga Tak Bakar Hutan dan Lahan

Hampir dua tahun berdiri, Sanggar Seni Surya Kharisma kini memiliki sekitar 40 peserta aktif. Jumlah tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan seni dan pelestarian budaya.

Ade turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari yang telah memfasilitasi penggunaan Balai Kampung sebagai tempat latihan rutin serta memberikan kesempatan kepada para penari untuk tampil dalam berbagai kegiatan kampung, termasuk peringatan Hari Jadi Kampung. Selain itu, pemerintah kampung juga membantu proses administrasi sanggar melalui penerbitan surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pengajuan Surat Keputusan (SK) kepada dinas terkait.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari dan Sanggar Seni Surya Kharisma, diharapkan upaya pelestarian seni dan budaya daerah dapat terus berkembang, sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan memiliki kebanggaan terhadap warisan budaya lokal maupun budaya Nusantara.

(Red/Adv)

Berita Terkait

TTG XII Kaltim Jadi Ajang Kolaborasi Inovator
Pemkab Kubar Sukses Gelar Nobar Final Pildun 2026
Melihat Festival ‘Luuq Melapeh’ Budaya Dayak Tunjung 2026
Siapkan Generasi Emas 2045, B2SA Goes To School Hadir di SMANSA Jempang
Guru Muda Hadir Perkuat Pendidikan di Kubar
Rakerda FKUB se-Kaltim, Pemkab Kubar Komitmen Jaga Kerukunan
Perkuat Legalitas, Distan Kubar Fasilitasi Akta Notaris 47 Poktan
Sekda Erik Victory Pastikan Kesiapan Kutai Barat Tuan Rumah TTG XII Kaltim
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:56 WIB

TTG XII Kaltim Jadi Ajang Kolaborasi Inovator

Senin, 20 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemkam Linggang Bangun Sari Lestarikan Budaya Lokal

Senin, 20 Juli 2026 - 09:21 WIB

Pemkab Kubar Sukses Gelar Nobar Final Pildun 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:59 WIB

Melihat Festival ‘Luuq Melapeh’ Budaya Dayak Tunjung 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WIB

Siapkan Generasi Emas 2045, B2SA Goes To School Hadir di SMANSA Jempang

Berita Terbaru

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Istri Bersama Sekretaris Daerah Kutai Barat Erik Viktory Saat Menghadiri Gala Dinner TTG XII Kaltim yang diselenggarakan di Kabupaten Kutai Barat.

Advertorial

TTG XII Kaltim Jadi Ajang Kolaborasi Inovator

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:56 WIB

Pemrintah Kampung Linggang Bangun Sari Kecamatan Linggang Bigung Melestarikan Budaya Lokal Melalui Sanggar Seni Setempat.

Advertorial

Pemkam Linggang Bangun Sari Lestarikan Budaya Lokal

Senin, 20 Jul 2026 - 18:55 WIB

Tampak Ribuan Masyarakat Kutai Barat Tumpah Ruah Memadati Alun-Alun ITHO Saat Menyaksikan Tim Kebanggaan yang Berlaga di Final Pildun 2026.

Advertorial

Pemkab Kubar Sukses Gelar Nobar Final Pildun 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 09:21 WIB

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin Saat Membuka Perhelatan Festival Luuq Melapeh yang juga dirangkai dengan Kejuaraan Motor Cross.

Advertorial

Melihat Festival ‘Luuq Melapeh’ Budaya Dayak Tunjung 2026

Minggu, 19 Jul 2026 - 06:59 WIB

error: Jangan Copas Ya .!!