Sendawar, wartakubar.id-Memasuki masa liburan panjang sekolah, Masyarakat di Kutai Barat menggunakan waktu untuk berkunjung ke Kota Samarinda dan sekitarnya.
Untuk melakukan perjalanan itu, Moda transportasi sungai pun menjadi pilihan utama kebanyakan masyarakat Kutai Barat.
Pantauan langsung media ini, Kapal penumpang Karya Utama 77 F tampak dipadati ratusan penumpang diantaranya, anak-anak maupun orang dewasa, Kapal sungai itu berangkat dari Pelabuhan Melak menuju Kota Samarinda pada Selasa (16/6/2026) sore.
Kepada media ini, salah seorang penumpang kapal, Robiyanto Mancong asal Kampung Belempung Ulaq mengaku lebih nyaman memilih moda transportasi sungai untuk melakukan perjalanan ke Kota Samarinda.
“Ikut kapal sungai jauh lebih nyaman dan santai bisa tidur, dibandingkan ikut lintas darat bisa melelahkan, karena kondisi akses jalan yang rusak parah beberapa titik di wilayah Tanjung Issuy,” ungkapnya.
Menurutnya, Jika pemerintah Provinsi Kaltim tidak segera memperbaiki akses jalan rusak di trans Kaltim, maka masyarakat yang bepergian akan selalu memilih moda transportasi sungai.
“Pemerintah melalui dinas terkait juga mesti memperhatikan keselamatan penumpang kapal sungai,” ujarnya.
Pantauan langsung media ini, saat melepas keberangkatan kapal sungai, tampak pegawai dari Dinas Perhubungan Kutai Barat memeriksa kelayakan kapal dan jumlah penumpang, agar memastikan tidak melanggar aturan perjalanan kapal sungai.
Untuk diketahui, Perjalanan dengan menggunakan moda transportasi kapal sungai dari Melak menuju Kota Samarinda selama 14 hingga 16 jam. Selama perjalanan terdapat tempat makan dan minum serta jajanan ringan.
Kapal sungai terdiri dari dua tempat, bagian bawah dan atas. Untuk penumpang di bagian bawah dikenakan tarif Rp 150 ribu, dan bagian atas disediakan kasur tidur Rp 180 ribu per orang.
(Red)
















Users Today : 58
Users Yesterday : 357
This Month : 7531
This Year : 99000
Total Users : 278269
Views Today : 98
Total views : 676462
Who's Online : 3


