Sendawar, wartakubar.id – Musim panen ikan atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai bangai kembali membawa berkah bagi warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Melimpahnya hasil tangkapan ikan air tawar tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Saat musim bangai berlangsung, berbagai jenis ikan air tawar seperti biawan, lais, baung, patin, hingga toman mudah diperoleh. Hasil tangkapan kemudian dipasarkan ke sejumlah wilayah di Kutai Barat, bahkan hingga ke kabupaten tetangga, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar bagi para nelayan.
Tidak hanya nelayan yang merasakan manfaatnya, musim bangai juga berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lainnya. Pedagang ikan, penyedia jasa transportasi sungai dan darat, hingga pelaku usaha pengolahan ikan ikut memperoleh tambahan pendapatan. Perputaran uang di kampung meningkat seiring tingginya permintaan hasil perikanan selama musim panen.
Di sisi sosial, musim bangai menjadi momentum yang memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan warga. Masyarakat saling membantu dalam proses penangkapan, pengangkutan, hingga pemasaran hasil tangkapan. Tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Muara Beloan.
Petinggi Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan potensi perikanan yang dimiliki wilayahnya merupakan aset besar yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Musim bangai menjadi bukti bahwa Muara Beloan memiliki sumber daya perikanan yang sangat melimpah. Potensi ini bukan hanya memberikan penghasilan bagi para nelayan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas. Banyak sektor usaha yang ikut tumbuh ketika musim panen ikan berlangsung,” ujarnya pada Rabu (15/7/2026).
Menurut Rudy, Pemerintah kampung berkomitmen menjaga kelestarian sumber daya perikanan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.
“Kami ingin Muara Beloan tidak hanya dikenal karena musim bangainya, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar yang mampu menopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, potensi ini dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Ia berharap dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pemasaran, hingga pembinaan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan terus diperkuat. Dengan demikian, potensi perikanan Kampung Muara Beloan dapat berkembang menjadi sektor unggulan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kutai Barat.
Pada kesempatan yang sama, salah seorang warga Muara Beloan, Debi, mengatakan musim bangai merupakan momen yang selalu dinantikan masyarakat. Menurutnya, musim panen ikan tersebut umumnya berlangsung sekitar setengah bulan, tergantung kondisi cuaca dan tinggi rendahnya debit air.
“Kalau musim bangai biasanya sekitar setengah bulan. Selama itu hasil tangkapan ikan cukup melimpah, sehingga banyak warga turun mencari ikan. Hasilnya bisa dijual ke pengepul maupun langsung ke pasar, sehingga pendapatan masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.
(Red/Adv)
















Users Today : 84
Users Yesterday : 453
This Month : 7238
This Year : 115017
Total Users : 294286
Views Today : 110
Total views : 702481
Who's Online : 1


